Perlukah Menjemur Karpet Setiap Hari? Simak Faktanya!

Karpet adalah salah satu interior hunian yang rentan kotor. Berperan sebagai alas lantai, material ini sering diinjak oleh orang maupun hewan peliharaan yang berlalu lalang. Belum lagi debu dan kotoran yang terbawa angin dan menempel pada karpet. Atas dasar itulah Anda harus benar-benar menjaga dan memperhatikan kebersihan karpet. Sayangnya tak banyak orang yang tahu cara membersihkan karpet dengan benar, ada yang hanya menjemurnya atau membersihkannya dengan vacuum cleaner.

Seperti halnya karpet kantor, dibandingkan dengan karpet rumah, tingkat kerbersihannya pasti jauh lebih rendah. Pasalnya kotoran dari alas kaki karyawan yang lalu lalang di atasnya berasal dari banyak tempat, sehingga kuman yang bersarang di sana sangat beragam. Masalahnya, rata-rata karpet yang ada di kantor hanya dibersihkan dengan vacuum cleaner. Secara kasat mata memang terlihat bersih tetapi bagaimana dengan kuman yang bersarang di karpet? Bisakah diatasi dengan hanya menjemurnya? Simak faktanya berikut ini.

 

Ampuhkah sinar matahari bunuh kuman di karpet?

Sebagian besar orang enggan untuk mencuci karpet dengan alasan butuh waktu lama untuk mencuci dan menunggu hingga kering. Alhasil, mereka memilih untuk hanya menjemur karpet di bawah sinar matahari. Padahal, masalah itu sebenarnya bisa diatasi dengan membawanya ke tempat laundry karpet.

Sementara itu menurut penelitian dari Sydney University mengungkapkan bahwa menjemur karpet, bantal, maupun kasur, selama kurang lebih 3 jam cukup ampuh membunuh kuman dan kutu yang ada. Sayanya, hal itu (menjemur) tidak efektif dalam menghilangkan pemicu alergi. Oleh sebab itu, ilmuwan dalam penelitian menyarankan supaya karpet dicuci dengan air dan sabun minimal 1 hingga 2 kali dalam setahun.

Pastikan permukaan karpet digosok hingga bersih, dibilas dengan air dan dijemur di bawah terik matahari hingga kering. Hal ini dilakukan karena pemicu alergi bersifat larut dalam air. Sehingga supaya karpet benar-benar bersih dari kuman, debu dan allergen (pemicu alergi) Anda harus membersihkannya dengan cara yang disebutkan di atas.

Lalu, bolehkah menjemur karpet setiap hari?

Banyak jenis karpet yang dijual di pasaran, mulai dari karpet bulu, karpet masjid, karpet tile dan lain sebagainya. Harganya pun bervariasi tergantung dari jenis (bahan) karpet tersebut. Selain itu, murah atau mahalnya harga juga tergantung pada lokasi supplier. Misalnya, di Batam harga karpet tile murah, tetapi belum tentu karpet tile yang dijual di Jakarta harganya semurah di Batam.

Atas dasar pertimbangan tersebut, tentu Anda tidak boleh sembarangan menjemur karpet. Pasalnya paparan sinar matahari yang berlebihan dapat membuat kualitasnya menurun, warnanya menjadi pudar dan jika terdapat noda, paparan matahari akan membuatnya semakin melekat pada serat kain. Alhasil butuh usaha ekstra untuk menghilangkan noda tersebut.

Jadi kesimpulannya, jemur karpet secukupnya saja (tergantung dari intensitas lalu lalang di atas karpet). Begitu pula jika Anda ingin mencucinya, jangan terlalu sering karena hal itu juga bisa menyebabkan daya tahan karpet menurun (bulu rontok, warna pudar, dll).

Jadi, sudah tahu bukan cara membersihkan karpet dengan benar? Mulai sekarang jangan hanya dijemur tetapi bersihkan juga dengan air dan detergen supaya karpet bersih maksimal. Debu dan kotoran terangkat, kuman serta allergen menghilang. Tak ada lagi alasan malas karena saat ini sudah banyak layanan laundry karpet yang bisa Anda manfaatkan jasanya. Ingat, selalu jaga kebersihan karena banyak penyakit yang datangnya dari kuman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *