Yuk Simak Seluk Beluk Tentang Epoxy Lantai Di sini!!

Jasa epoxy lantai saat ini telah berkembang pesat. Perkembangan lebih didasarkan pada kesadaran akan pentingnya nilai estetika, kebersihan, kerapihan, dan daya tahan pemakaiannya. Pengguna jasa ini tidak hanya dari kalangan pemilik usaha, maupun pemerintah saja, namun individu dengan rumah pribadi turut memakai mereka. Maka tidak ada salahnya jika lebih dalam memahami apa itu epoxy.

Sejarah Singkat Definisi Epoxy Lantai

Awal mula epoxy mulai dikenalkan kepada khalayak luas tahun 1930. Saat itu dua negara yakni Swiss dan Amerika pertama kali memakainya pada lantai bangunan. Seiring berjalannya waktu item ini telah diyakini dan dirumuskan sebagai bahan tambahan aktif suatu cat. Formulasi ini telah terlahir pada tahun 1947. Unsur resin yang dipakai sebagai bahan utama, sangat ampuh untuk pelekatan. Tidak hanya itu saja, struktur adhesinya sangat tinggi sekali. Alasan itulah sampai saat ini penyedia jasa epoxy lantai tumbuh subur .

Berdasarkan sejarah yang telah tercatat, maka epoxy lantai mempunyai sebuah definisi. Epoxy adalah suatu proses untuk memberikan lapisan pada lantai bangunan. Pelapisan tersebut menggunakan dua jenis elemen. Elemen tersebut yaitu resin serta hardener. Penggunaan dua jenis elemen itu dengan cara dicampurkan menjadi satu sampai sempurna. Pencampuran tersebut dengan suatu takaran tertentu. Sehingga terbentuklah reaksi kimia yang tepat untuk menguatkan ketahanan lantai, menghindarkan dari beragam jenis pencemaran.

Jenis Cat Epoxy Berdasarkan Kategori Tertentu

Apakah pernah mendapatkan elemen epoxy yang bernama floor hardener sika? Itu tidak lain adalah bentuk dari jenis epoxy lantai. Seperti yang dijelaskan sebelumnya epoxy terdiri dari resin dan hardener. Nah, sika itu merupakan jenis hardener yang paling direkomendasikan kontraktor untuk kesempurnaan hasil epoxy.

Sebenarnya dua elemen pelapis lantai resin dan hardener mempunyai jenis yang bervariasi. Tidak hanya floor hardener sika saja. Akan tetapi ada variasi lainnya yang dibedakan menurut beberapa jenis pembeda sebagai berikut:

1. Berdasarkan Fungsinya

Ketika diaplikasikan cat pelapis ini selalu dicampur dengan bahan lainnya. Bahan tersebut juga berbeda-beda tergantung dari funsi dilekatkan itu sebagai apa. Misalkan supaya lantai tidak licin maka diperlukan bahan campuran bersifat anti slip. Ketika lantai dibuat supaya kuat, maka campuran dari bahan composit diperlukan. Serta elemen campuran lainnya seperti anti ledakan, anti statis, dan lain sebagainya.

2. Kadar Bahan Tambahan

Pelapis lantai ini tidak hanya sekedar dibubuhkan lalu proses selesai. Tidaklah demikian, namun ada beberapa hal khusus yang patut untuk dipertimbangkan. Dari hal inilah yang menyebabkan adanya variasi epoxy. Aplikasi cat ini selalu memakai resin dan bahan tambahan lainnya. Ketika pemakaian bahan additif ini sangat butuh adanya suatu kadar tertentu.

Jangan sampai kadar ini kurang atau bahkan kelebihan. Itu bisa berakibat fatal pada daya lekatnya. Penentu tinggi atau rendahnya kadar aditif, ditentukan berdasarkan jenis bangunan. Jika kadar aditif standart yakni 300-500 micron. Biasanya dikhususkan untuk bangunan bersifat pribadi seperti rumah, villa. Sedangkan untuk penggunaan kadar aditif tinggi yakni 800 micron. Biasanya diterapkan untuk bangunan umum, seperti pabrik, kantor, gudang, pelabuhan, rumah sakit, apartemen, hotel, mal, dan lain sebagainya.

Epoxy lantai memang tidak hanya membuat lantai terlihat lebih indah, kuat, dan tahan lama. Akan tetapi proses pengerjaan ketika pencampuran beberapa elemen itulah tingkat kesulitan sesungguhnya. Keberhasilan epoxy menjalankan fungsinya ketika diaplikasikan ke lantai menjadi hal utama ketika pengerjaannya. Dengan menggandeng kontraktor handal. Urusan epoxy tidaklah menjadi rumit dan dipusingkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *